2025-08-25
Dalam otomatisasi industri, keselamatan bukanlah kemewahan—itu adalah mandat. Baik mengendalikan tekanan dalam reaktor kimia atau memantau aliran dalam tungku keramik, keandalan sistem keselamatan dapat berarti perbedaan antara operasi yang lancar dan kegagalan yang dahsyat. Di situlah Tingkat Integritas Keselamatan (SIL) berperan—kerangka kerja yang diakui secara global untuk mengukur keandalan fungsi yang diinstrumentasi keselamatan (SIF).
Blog ini mengeksplorasi logika teknis di balik SIL dan metode terstruktur yang digunakan untuk menilainya.
SIL adalah singkatan dari Tingkat Integritas Keselamatan, yang didefinisikan oleh standar IEC 61508 dan IEC 61511. Ini mengukur probabilitas kegagalan berdasarkan permintaan (PFD) untuk fungsi keselamatan dalam sistem listrik/elektronik/yang dapat diprogram.
Ada empat tingkatan SIL:
Tingkat SIL | Rentang PFD | Faktor Pengurangan Risiko | Aplikasi Khas |
---|---|---|---|
SIL 1 | 10⁻² hingga 10⁻¹ | 10 hingga 100 | Keselamatan proses dasar |
SIL 2 | 10⁻³ hingga 10⁻² | 100 hingga 1.000 | Sistem risiko menengah |
SIL 3 | 10⁻⁴ hingga 10⁻³ | 1.000 hingga 10.000 | Lingkungan berisiko tinggi |
SIL 4 | 10⁻⁵ hingga 10⁻⁴ | 10.000 hingga 100.000 | Sistem risiko ekstrem yang langka (misalnya, nuklir) |
SIL dibangun di atas prinsip-prinsip teknik yang ketat:
Mencapai peringkat SIL melibatkan analisis dan dokumentasi terstruktur. Metode utama meliputi:
SIL lebih dari sekadar angka—itu adalah komitmen terhadap keandalan. Dalam filosofi Tiongkok, kepercayaan dibangun bukan pada kesempurnaan, tetapi pada ketahanan. Sistem yang diberi peringkat SIL tidak menjanjikan nol kegagalan—itu menjanjikan bahwa kegagalan itu jarang terjadi, dapat diprediksi, dan terkendali.
Pemancar pintar, sensor bersertifikasi, dan arsitektur kontrol yang kuat membentuk tulang punggung kepercayaan ini. Mereka tidak hanya mengukur—mereka melindungi.
Kirim pertanyaan Anda langsung ke kami